Apa sih sebenarnya arti kata komitmen?
Mungkin sebagian dari kita ada yang mengerti dan dapat menjelaskan dengan baik. Mungkin sebagian dari kita ada yang bingung dan belum jelas apa artinya. Atau mungkin juga sebagian dari kita tidak tahu apa arti kata komitmen?. Kita coba lihat beberapa contoh berikut :
- Pernahkah kita berpikir tentang asal mula manusia dari mana?
Setiap manusia yang lahir adalah berkat perjuangan sebuah sel sperma yang berhasil membuahi sel telur. Dari jutaan sel yang berkompetisi ternyata hanya ada 1 pemenang yang keluar sebagai juara. Siapakah sel itu? Kita! - Pernahkan kita melihat seorang anak bayi yang sedang belajar berjalan?
Dia berkali-kali jatuh dan mungkin menangis, namun tetap ngotot bangun lagi sampai akhirnya berhasil berjalan di atas kedua kakinya. Siapakah bayi itu? Kita! - Pernahkah kita melihat sepasang suami istri yang hidup rukun sampai kakek nenek? Saia pernah.
Jadi komitmen adalah suatu janji pada diri kita sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Harusnya, sekali kita komitmen, maka kita akan selalu mempertahankan janji itu sampai akhir. Setiap orang dari kecil sampai dewasa pastilah pernah membuat komitmen, meskipun terkadang komitmen itu seringkali tidak diucapkan dengan kata-kata. Seiring bertambahnya usia seseorang, maka komitmen yang ada semakin berkembang dalam penerapannya. Lalu apa saja komitmen yang semakin berkembang itu? Bagaimana penerapan komitmen dalam kehidupan kita?
Berikut ini adalah contoh-contohnya :
- Sebagai Anak :
- Komitmen bakti pada orang tua.
Mungkin semua pernah mendengar tentang bakti pada orang tua, dan dalam hati berkata : “Saya sudah berbakti kok pada orang tua.” Tapi coba kita renungkan sekali lagi apakah kita benar-benar tulus berbakti pada orang tua kita? - Komitmen menyelesaikan studi dengan sebaik-baiknya.
Kita semua juga pasti ingin apabila nilai pelajaran di sekolah ataupun di kuliah kita mendapatkan nilai yang terbaik menurut ukuran kita masing-masing, tapi apakah kita sudah benar-benar berusaha yang terbaik? Jujur, kebanyakan dari kita pasti malas kan waktu sekolah? (saia mengakuinya saat mendapatkan pekerjaan rumah) - Komitmen menjaga nama baik keluarga.
Siapa sih yang senang apabila nama baik keluarga kita tercemar? Kalau begitu, jagalah nama baik keluarga kita, karena sekali nama baik tercoreng, seumur hidup tidak bisa hilang.
- Komitmen bakti pada orang tua.
- Sebagai Orang Tua :
- Komitmen menjaga keutuhan rumah tangga.
Sebagai orang tua, kita pasti ingin agar keluarga kita senantiasa rukun selalu. Betul kan? Tapi yang namanya problem rumah tangga pastilah ada. Karena itu kita perlu dewasa dalam menyikapi suatu masalah, jangan sampai karena masalah sepele saja malah menjadikan ribut besar. Seperti ada perkataan : sewaktu pacaran buka mata lebar-lebar, setelah menikah tutup sebelah mata. - Komitmen memberikan penghidupan yang layak untuk anak-anak kita.
Sebagai orang tua, kita juga wajib memenuhi semua kebutuhan anak tanpa terkecuali. Namun kita juga harus pandai membedakan yang mana merupakan kebutuhan dan yang mana hanya berupa keinginan. Kebutuhan haruslah sesuatu yang dapat membantu anak mendapatkan bekal bagi kehidupannya di masa depan.
- Komitmen menjaga keutuhan rumah tangga.
- Sebagai Anggota Masyarakat :
- Komitmen mematuhi peraturan yang berlaku dan menjaga ketertiban umum.
Rasanya sekarang ini sangat sulit menemukan orang yang masih benar-benar patuh pada peraturan yang ada di masyarakat. Contoh sederhana saja, hanya berapa orang saja yang masih patuh pada aturan berlalu lintas, termasuk saia atau termasuk anda? - Mempertahankan komitmen yang telah kita buat, sangatlah penting karena apabila kita tidak mampu untuk mempertahankan komitmen yang telah kita buat, maka yang akan terjadi adalah rusaknya hubungan kita dengan sekeliling kita. Hal ini dapat kita lihat dalam kondisi yang ada di sekeliling kita, dimana banyak terjadi pertengkaran dan ketidakharmonisan.
- Komitmen mematuhi peraturan yang berlaku dan menjaga ketertiban umum.
Ada 2 (dua) faktor utama yang membuat orang tidak dapat mempertahankan komitmen yang telah ia buat sebelumnya, yaitu :
- Internal (diri sendiri), seperti :
- Ceroboh saat akan mengambil keputusan, sehingga menyesal dikemudian hari.
- Kurang berpikir panjang sewaktu menganalisa resiko-resiko yang akan dihadapi apabila ia mengambil keputusan.
- Keyakinan goyah disebabkan karena seseorang tidak kuat mentalnya.
- Eksternal (di luar diri sendiri), seperti :
- Lingkungan.
Seringkali karena pengaruh lingkungan, seseorang gagal dalam mempertahankan komitmennya. Didalamnya termasuk peran keluarga, pasangan, atau sahabat/teman. - Gaya hidup yang tidak benar.
Perkembangan jaman, selain membawa dampak positif, juga terkadang membawa dampak negatif bagi seseorang. - Pengaruh uang.
Tidak bisa dipungkiri, uang memiliki power yang besar dalam hidup ini. Apabila seseorang tidak kuat mental, komitmen yang dibuat seseorang dapat kandas di tengah jalan. - Tidak tahan pada pasang surut kehidupan.
Beberapa orang dapat terpengaruh akibat kehidupan yang dijalaninya, sehingga ia menyerah pada kehidupan.
- Lingkungan.
Bagi kita yang (saia katakan sudah dewasa), harusnya kita mampu mempertahankan komitmen yang telah kita buat, apapun bentuknya. Untuk itu, sebelum kita membuat suatu komitmen, maka kita perlu berpikir matang supaya dikemudian hari tidak terjadi PENYESALAN. Apabila kita telah mengambil suatu komitmen, maka kita harus mempertahankan komitmen itu sampai akhir. Maju terus, pantang mundur (sekali mundur masuk sumur).
Orang yang hidupnya optimis adalah orang yang terus berjuang menaklukkan kemiskinan dan kesengsaraan.
Orang yang pandai mulutnya di hati sedangkan orang bodoh hatinya di mulut.
Lalu berapakah harga sebuah janji dan komitmen dimata anda? Bagi saia, AMAT SANGAT BESAR!. Sebagai orang yang tidak memiliki apa-apa secara materi baik dalam bentuk harta benda, keunggulan fisik, dukungan “jaringan” atau network sebagaimana yang dimiliki oleh sebagian orang yang beruntung, ditambah dengan posisi sebagai perantau yang tidak bisa menggantungkan diri pada keluarga, saia selalu mengupayakan untuk memenuhi janji. Kenapa? Hanya itu yang saya miliki. Entah akan menjadi apa saya nantinya, jika satu-satunya yang bisa saya pegang tidak lagi saya bisa andalkan.
Ada pengertian yang sangat dalam bagi saia tentang janji. Janji dan komitmen itu bukan sekedar memenuhi apa yang telah kita janjikan. Tapi memenuhi janji adalah sebuah pekerjaan sepenuh hati, sekuat tenaga, sebuah kegiatan yang dipenuhi dengan nilai-nilai professionalisme, memberikan lebih dari apa yang kita janjikan. Memenuhi janji dan komitmen tidak bisa hanya dipenuhi dengan omongan saja, harus dari lubuk hati yang paling dalam, agar seluruh semesta bekerja untuk kita dalam memberikan yang terbaik. Janji dimata saia bukan memberi sejumlah yang saya janjikan, tapi janji adalah standard minimal yang harus dipenuhi. Sungguh sangat berat rasanya, bahkan menyesakkan, ketika saia menyadari tidak mampu memenuhinya, sekalipun itu bukan janji dan komitmen saia secara pribadi.
Akan tetapi, saia tidak ingin berapologi atas kekuasaan-Nya dalam berkehendak untuk menutupi janji dan komitmen saia. Berjanji dan berkomitmen juga bukan sesuatu yang harus ditakuti. Saia selalu memiliki respect yang dalam terhadap teman-teman saia yang mampu mengucap komitmennya. Dibutuhkan keberanian. Nyali! Jadi, besarnya tanggung jawab atas janji dan komitmen bukan lalu untuk ditakuti dan dihindari. Tapi untuk dihadapi.
Bagi yang beragama, maka janji dan komitmen ketika (contoh bagi seorang muslim) mengucap kalimat syahadat adalah nyawanya. Bagi yang sudah bersuami atau beristri, maka janji dan komitmen yang diucap ketika prosesi ijab qabul adalah nyawanya. Ngeri rasanya ketika membayangkan sudah berapa banyak komitmen terhadap rekan yang saia ingkari. Komitmen terhadap Allah yang terlupakan oleh duniawi (ampuni saia ya Allah).
Semoga Allah selalu mengingatkanku untuk tetap komitmen atas setiap janji yang saya ucap dalam peran hidup yang saia jalani.
Ini hanyalah sebuah catatan yang pernah saia baca entah dimana? Saia sendiri lupa mendapatkan catatan tersebut. Yang pasti, catatan ini diberikan kepada saia di saat masih merantau di negeri seberang dan tersimpan rapi dalam sebuah buku harian. 8 (delapan) tahun baru aku buka kembali catatan ini untuk sekedar sharing bersama.
Beserta ini juga saia mengumumkan :
Mulai hari ini dan seterusnya saia sudah tidak bertanggung jawab lagi akan segala kegiatan yang berhubungan dengan Komunitas Blog, baik itu di Komunitas Blogger Surabaya (TPC), Komunitas Blogger Ponorogo (Blogger Warok) dan Komunitas Blogger Mojokerto (Blogger Mojopahit) dan Komunitas Blog lainnya. Anda ingin posisi wuenak, maka saia juga berhak untuk posisi wuenak tersebut! Saia sudah menjalankan kewajiban saia namun saia tidak akan pernah bertanya “apakah kalian sudah menjalankan kewajiban anda?“, hanya kalian sendiri yang bisa menjawabnya.
Wassalam Regards gajah_pesing is the wong ganteng






Komitmen itu butuh pengorbanan meski kadangkala berat Komitmen butuh kejujuran meski kadangkala sungkan Komitmen butuh tanggung jawab yang besar meski kadangkala kepentingan pribadi
Insya Allah kalau sudah komitmen jangan dilanggar
weh ngopo jah?
ciwir, postingan terakhirnya : Kartu Nama Gratisan
ono opo toh iki…
LuXsmaN, postingan terakhirnya : Menggauli basa JAWA
komitmen adaah suatu penepatan atas janji2 yang sempet terucap dari mulut kita
terkadang memang sulit untuk dilakukan namun alangakh baiknya dengan sekuat tenaga kita berusaha menepati komitmen yg telah terucap dari mulut ini
apik tulisanmu jah
*bait terakhir* saya menangkap kesan kepasrahan,keputus asaan,kekecewaan
opo bener???
galuharya, postingan terakhirnya : cinta dan sayang
Wak komitman aku adalah bla..bla… bla…
Cah Sholihah, postingan terakhirnya : Cah Sholihah Punya Bisnis baru
aku dukung the wong ganteng ….
suryaden, postingan terakhirnya : Kota Reyog
Yo wis… kita harus buat komitmen supaya nyaman…
afrianti takaful, postingan terakhirnya : Asuransi Untuk Sepeda Motor
salut buat the wong ganteng …
suryaden, postingan terakhirnya : Kota Reyog
Emang berat jaga komitmen, maka be proud buat orang-orang yang bisa menjaga komitmen itu seikhlas hatinya.. Sing sabar yak (goodluck)
dhodie, postingan terakhirnya : Pengalaman Mengangkasa
Waduh2…. komitmen kie abot tenan pancen… HIDUP KOMITMEN
Novianto, postingan terakhirnya : Beginilah kalau sibuk
mugimugi opo sing pok pilih iku sing apik kanggo koe karo wong sing tresno marang koe, sukses ae Jah
senoaji, postingan terakhirnya : Amity
jalani hidup ini seperti air yang mengalir menyusuri sungai yang berliku…
ightiyar itu wajib… hasil kuasa Allah..
ikhlas itu kunci bersyukur…
mensyukuri nikmat yang sudah dilimpahkanNya…
God Bless U…
itempoeti, postingan terakhirnya : Sajak kangBoed…
ooo ngunu critane
apik jah sip wes
Support selalu Insya Allah
Komitmen :
- Mengerjakan
- Janji
- Tanggung jawab
Top banget cak….. wong sing komitmen lawan katanya munafik.
Sip… sangat mengingatkan.
Nggawe janji ancen guaaaaamping! Tapi komitmen uangele setengah modiyar!
saya juga telah berkomitmen utk menjadi suami dan ayah yang baik, mas fay.
sawali tuhusetya, postingan terakhirnya : Kita Hidup di Tengah Peradaban Horor?
inspiratif sekali mas artikalnya, good post
Taktiku, postingan terakhirnya : Update Status Lebih Mudah dengan hellotxt
Weleh, gak ngiro nek mas Fayyas iso mutung. Sekilas aku ndelok tekan praupane, koyoke jelas profile wong penyabar.
Yah, mungkin sabar ono batese.
Hmm, andai iso di restore maneh……….
Komitmen walaupun berat tanggungjawabnya, tapi hanya kita yang tahu mas.. sampai dimana dan mo dimana kemana. Yang jelas selain menjadi yang terbaik untuk orang lain, kita memang harus bisa egois dengan memberi yang terbaik bagi diri sendiri.
Berkorbanlah tapi jangan jadi korban..
saya mungkin termasuk orang yang agak pelit mengeluarkan janji (dan komitmen), namun bukannya karena tidak mau atau tidak mampu, tapi prinsipnya (saya) jelas, kalau janji / komitmen itu sangat mudah di obral, maka jatuhnya juga murah, sudah ga ada artinya.
saya mungkin termasuk orang yang agak pelit mengeluarkan janji (dan komitmen), namun bukannya karena tidak mau atau tidak mampu, tapi prinsipnya (saya) jelas, kalau janji / komitmen itu sangat mudah di obral, maka jatuhnya juga murah, sudah ga ada artinya.
pakacil, postingan terakhirnya : Banjir, Tenung dan Bingung
saya bingung mau komitmen apa?
endar, postingan terakhirnya : Ngumpulke balung pisah
janji harus ditepati masssssssssss
jidat, postingan terakhirnya : Linker javascript friendster Update awal mei Mei
[...] ataupun segi masyarakat umum. Disusul nFath yang berusaha untuk menjadi seorang blogger yang berkomitmen dalam memenuhi kebutuhannya sebagai anggota blogger yang ber-KOMUNITAS. Terima kasih sahabat, [...]
[...] artikel (isa dikatakan berita) yang menyebutkan bahwa Mbah Surip bener-bener seniman yang sejati. Komitmen dalam menjalani hidupnya dalam menghibur masyarakat tidak akan pernah pupus dimakan usia. Kembali [...]
[...] Banyak kegiatan komunitas yang bisa dijadikan contoh dan banyak pula pengorbanan terhadap sebuah komitment terhadap aktivitas komunitas. Pasang surut pasti ada suka duka pasti banyak bahkan pertentangan atau [...]