Allah SWT berfirman,
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
Q.S. Ar-Rum: 21
Keluarga Islami adalah keluarga yang anggota-anggotanya terdiri dari manusia-manusia rabbani. Keluarga ini dapat dibentuk dari hasil perkawinan antara pemuda dan pemudi rabbani atau dari keluarga yang sudah ada untuk kemudian dibina secara terus-menerus dan berkesinambungan untuk terbentukkannya keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.
Keluarga Sakinah adalah keluarga yang tenang dan damai dalam keluarga, karena sakinah berasal dari akar kata sakana-yaskunu-maskan yang berarti bertempat tinggal atau bermakna tenang. Jadi Keluarga Sakinah adalah keluarga yang senang dan bahagia di tengah-tengah anggota keluarga. Sehingga keluarga menjelma menjadi sebuah taman surga, Baitii Jannatii (Rumahku Surgaku) bukan sebaliknya justru menjadi Baitii Naarii (Rumahku Nerakaku). Suami tidak betah di rumah (demikian halnya dengan istri dan anak-anak), rumah seolah hanya tempat persinggahan yang hanya berguna melepas lelah saja. Yang ada cuma keributan, cekcok dan perkelahian.
Rumah yang kita miliki mestinya:
-
menjadi tempat yang teduh,
-
menjadi solusi kehidupan yang harmonis,
-
tempat mengisi energi baru,
-
tempat lahir dan dibinanya calon pemimpin bangsa
-
sebagai ladang dan markas dakwah untuk membangun masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Ciri yang menonjol dari keluarga ini adalah memberi, bertaqwa dan yakin kepada janji Allah SWT.
Seluruh keluarga ini memiliki jiwa saling mengisi dan memberi, dengan semangat saling memberi akan menghasilkan berbagai macam kebaikkan lainnya, yaitu lahirnya sifat dan sikap saling membantu, tolong menolong, saling memahami, saling toleransi dan senantiasa untuk menerima kekurangan dan perbedaan masing-masing anggota keluarga.
Agar cinta selalu bersemi dan keharmonisan selalu terjaga, maka keluarga ini harus dibingkai dengan nilai-nilai ketaqwaan. Yaitu taqwa yang sebenar-benar taqwa, taqwa yang riil dan hidup dalam detak nafas seluruh anggota keluarga.
Allah SWT berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
Q.S. Ali Imran: 102
Keluarga ini yakin dengan janji-janji Allah SWT, bahwa Allah SWT akan memberikan kemenangan, keberuntungan dan kebahagiaan bagi umatNya, baik kemenangan di dunia maupun akhirat.







Hai orang-orang yang beriman!!!…
Andy MSE posting terakhir blog ..Ketika Cicak Bersaksi 
*yang tidak beriman tidak hai*
Dan terus terang daku bingung… Suatu saat akan aku tanyakan..
Untuk membentuk Rumah tangga yang islami diawali dengan proses yang islami juga mas… dan niat hanya karena Allah semata…
wes siap membentuk keluarga tah iki ceritane????
luxsman posting terakhir blog ..Seminar dan Lomba BLOG khusus SMA
aku suka sama paragraf terakhir, tentang bagaimana menjaga agar cinta tetap selalu bersemi.
terima kasih om gajah

niQue posting terakhir blog ..Hari-hariku bersama Dinda
Menjaga cinta juga menjaga penopangnya . . membingkainya dari terpaan angin . . menyiraminya dari kekeringan amiin
Social comments and analytics for this post…
This post was mentioned on Twitter by gajahpesing: Membentuk Keluarga Islami http://ping.fm/8LBJW…
semoga betul-betul menjadi keluarga yang sakinah, mawadan dan warohma amin, mantab
rudis posting terakhir blog ..PENGARUH TEMAN
Wah dah pantes jadi uje nach mas!….
Salam dari Bekasi:-)
Kapan main ke Bekasi??…..
Salam be-BLOG
yulyanto
moga2 keluargaku termasuk yang kayak gitu, amin