Masalah Gender dan Politik Seksual
Diskriminasi terhadap perempuan cukup kasat mata, ketika perempuan masuk dunia kerja, sering mendapat pekerjaan yang paling susah di pabrik atau kantor, dengan upah yang paling rendah, sekaligus terus dibebani dengan kebanyakan tugas rumah tangga seperti memasak, mencuci dan mengasuh anak-anak. Perempuan menderita pelecehan seksual dan pemerkosaan, sekaligus dalam media massa dari pornografi sampai ke iklan biasa mereka digambarkan sebagai makhluk yang cantik atau sensual saja, sepertinya tidak mempunyai ciri yang lain. Namun ironisnya, jika perempuan berhubungan seks terlalu bebas, pasti dicap “tanpa susila“, kalau terjadi “kecelakaan“, susah mencari pengguguran (aborsi) yang masih dilarang di beberapa negeri, termasuk Indonesia. Semua perempuan mengalami penindasan ini, dari yang berpangkat tinggi seperti Putri Diana sampai yang paling rendah seperti pengemis di pinggir jalan. Namun penindasan tersebut dampaknya tidaklah sama kepada setiap perempuan. Meskipun di kalangan bisnis para eksekutif perempuan masih merupakan minoritas, buat perempuan kaya toh ada cara untuk mengurangi beban ketertindasan yang tidak tersedia kepada perempuan miskin.
Pekerjaan rumah tangga atau pengasuhan anak-anak jelas tidak merupakan beban berat buat seorang perempuan berada yang mempekerjakan beberapa pembantu. Aborsi tidak menjadi masalah bagi yang mampu membayar ongkos perjalanan keluar negeri. Perempuan-perempuan miskin yang hidup melarat karena keluarga yang terlalu besar, merekalah yang terluka atau mati di tangan tukang abortus gelap. Yang mempunyai duit lebih mudah menghindari pelecehan seksual atau pemerkosaan dengan naik taksi pada malam hari, lebih mudah luput dari perkawinan tanpa cinta atau dari keganasan rumah tangga, perempuan kaya malah mendapat untung dari penindasan kaum miskin. Upah rendah yang dibayar kepada TKW Indonesia yang menjadi pembantu rumah-tangga di Negara Tetangga yang katanya masih serumpun, misalnya, membuat si majikan lebih kaya lagi. Makanya penindasan perempuan kelihatannya jauh berbeda jika dilihat dari rumah mewah dibandingkan dengan gubuk melarat.
Sudah dari dulu, adanya pertentangan kelas menjadi masalah untuk gerakan emansipasi perempuan. Di Inggris misalnya, gerakan feminis terpecah setelah Perang Dunia I. Sayap kiri yang dipimpin oleh Sylvia Pankhurst menjadi sosialis dan memperjuangkan hak-hak buruh perempuan di bilangan miskin kota London. Sedangkan ibunya Emmeline Pankhurst dan kakaknya Christobel Pankhurst memusatkan perhatian mereka kepada kepentingan golongan tengah dan menjadi orang sayap kanan. Demikian pula, gerakan Women’s Liberation tahun 1970-an di barat telah terpecah-pecah. Sebagian menjadi sosialis dan atau tetap radikal, sedangkan sebagian lainnya mancapai karir yang gemilang dan tidak menghiraukan lagi nasib perempuan rakyat kecil.
Untuk mengerti asal-muasal perkembangan ini, kita perlu menganalisa penindasan perempuan dengan lebih mendalam. Sistem kapitalis membutuhkan dua macam sumber daya. Dari satu sisi membutuhkan modal, seperti pabrik-pabrik, dan kantor-kantor, bank-bank. Dari sisi lainnya memerlukan tenaga kerja yang sehat dan trampil (dan ini mahal). Aparatus negara menyediakan beberapa pelayanan yang penting seperti sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit dsb. Namun sebagian besar dari waktu, upaya dan uang yang diperlukan untuk mereproduksi tenaga kerja baru disediakan oleh keluarga masing-masing. Inilah kunci pokok untuk mengerti penindasan yang dialami kaum perempuan. Sistem kapitalis mengandalkan pekerjaan tanpa upah yang dilakukan kaum IBU di dalam keluarga, untuk menghasilkan tenaga kerja baru. Segala unsur lain dari penindasan perempuan :
- diskriminasi di tempat kerja,
- stereotip seksual,
- bahkan pelecehan seksual dan pemerkosaan
- berkaitan dengan dan memperkuat peranan rumah tangga ini.
Di negeri-negeri yang masih sedang berkembang, tentunya ada situasi yang lebih kompleks disebabkan oleh adanya unsur feodal dan pengaruh tradisional lainnya. Padahal penindasan itu muncul sebelum timbulnya sistem kapitalis. Tetapi kapitalisme mengubah segala bentuk penindasan dan memanfaatkannya dengan cara baru.
Makanya ada dua kesimpulan yang bisa ditarik:
YANG PERTAMA, kalau disimak secara obyektif, penindasan perempuan bukan berasal dari kepentingan kebanyakan laki-laki. Sebaliknya, seorang buruh laki-laki pasti akan beruntung jika upah istrinya dinaikkan. Bila kaum buruh perempuan memperjuangkan gaji yang lebih tinggi, perjuangan tersebut akan memberikan semangat kepada para buruh laki-laki untuk ikut berjuang. Dalam konteks keluarga, kaum laki-laki juga tidak beruntung jika istri-istri mereka harus kerja sampai tenaga mereka terkuras.. Betul, ada banyak laki-laki yang tidak melihat kenyataan ini, dan terus mengajukan prasangka-prasangka yang kolot. Tetapi ada juga banyak perempuan yang menerima prasangka-prasangka tersebut. Ini soal kesadaran, yang bisa berubah dalam konteks perjuangan sosial. Lain halnya dengan kelas borjuis yang berkuasa (termasuk pemilik modal, pejabat tinggi, jendral-jendral dll, tetapi juga istri-istrinya). Mereka jelas beruntung dari penindasan perempuan rakyat kecil. Selama banyak perempuan rakyat jelata bekerja habis-habisan dalam keluarga, para majikan terus mendapatkan tenaga kerja murah, baik dalam bentuk tenaga kerja pabrik atau kantor, maupun dalam bentuk pembantu, tukang kebun dll yang begitu menggembirakan hati perempuan kaya. Selama diskriminisi terhadap perempuan bertahan di tempat kerja, kaum buruh lebih sulit bersatu untuk memperjuangkan perbaikan nasib, maka kaum majikan beruntung lagi.
YANG KEDUA, strategi yang lazim dipakai oleh golongan feminis di barat, yang berusaha menyatukan semua perempuan melawan kaum laki-laki adalah salah. Meskipun banyak laki-laki dari rakyat kecil masih berprasangka buruk, tetapi keadaan obyektif memuat faktor-faktor yang dapat mendesak mereka untuk membela hak-hak perempuan. Di sisi yang lain, meskipun tidak sedikit perempuan kaya yang bersikap “feminis“, tetapi situasi obyektif memuat banyak faktor yang mendorong mereka untuk mentolerir dan bahkan mengiyakan penindasan perempuan rakyat kecil. Kaum sosialis menganut pembebasan perempuan. Kami bahkan menyokong reform-reform yang hanya meladeni kepentingan perempuan golongan atas dan golongan tengah. Namun pembebasan untuk massa perempuan kelas buruh dan rakyat kecil hanya mungkin bila mereka ikut serta dalam perjuangan kelas yang lebih luas. Bila sebagai reaksi terhadap penindasan, golongon perempuan tertentu ingin mendirikan kelompok tersendiri di-mana laki-laki tidah boleh berpartisipasi, kami kelompok sosialis jelas membela hak mereka untuk melakukan itu. Tetapi kami menghimbau agar seluruh kelas buruh, dan semua rakyat kecil, bersatu dalam perjuangan melawan segala bentuk penindasan dan eksploitasi.
Kita juga harus melawan penindasan terhadap kaum homoseksual dan lesbian (gay). Kaum gay seringkali dikambing-hitamkan sebagai biang keladi dari masalah-masalah sosial, padahal justru mereka yang menjadi korban. Penindasan terhadap kaum gay juga berkaitan dengan keperluan sistem kapitalis untuk memproduksi tenaga kerja dan struktur-struktur ideologis lewat keluarga “normal“. Orang yang tidak menyesuaikan diri untuk memainkan peranan sebagai laki-laki atau perempuan “normal” dianggap sebagai ancaman terhadap ketertiban sosial. Prasangka ini tercerminkan pula dalam struktur-struktur sosial-budaya, dimana kaum gay dianggap tidak senonoh, dan bisa di-PHK, dipukul, bahkan dibunuh lantaran gaya hidup mereka yang lain. Sebetulnya kita semua dirugikan oleh situasi ini, karena terpaksa kita harus hidup menurut pola tindak-tanduk yang kelewat sempit (konservatif). Maka, semestinya kita menyambut dengan antusias munculnya organisasi gay dewasa ini yang memperjuangkan hak-hak mereka jika memang berjiwa sosial. Itulah kenapa SOSIALIS tak pernah akur dengan RELIGIUS, benar kata emak saia, Allah sudah memberikan kelebihan dan kekurangan setiap manusia sesuai dengan kadarnya.. “Jangan mencubit jika tidak mau dicubit, Jangan bermain api jika tidak mau terbakar.“





suatu analisis yang luar biasa nice topik . . kenapa Islam mengajarkan perempuan muslimah untuk tinggal dirumah ? Pasti ada alasan kuat bukan sebagai pengekangan. Intinya suami adalah Imam tanpa restu suami sebaiknya muslimah tinggal dirumah kalaupun bekerja musti atas ridha suami . . Insya Allah
aku setuju kalo kaum lesbian (gay) itu dikarenakan latar belakang atau pengaruh keluarga / lingkungan … karena Allah hanya menciptakan dua jenis kelamin kepada manusia yaitu lak-laki dan perempuan
olip, postingan terakhirnya : Aku rindu kamu pok Che-Noel
Kaum perempuan ki harus diperhatikan.
“Jngn nyubit kalo g mau kecubit!” Bener kang, ora usah komentar lek kwe wgah di kmentari!
emansipasi wanita/perempuan harus di jungjung sesuai dengan kodratnya
dalam artian ,wanita boleh meniti karir setinggi mungkin namun di dalam rumah tangganya ia masih kalah kedudukan dibanding suaminya
analisa yang cerdas jah (whorship)
galuharya, postingan terakhirnya : hasrat rinduku
sayangnya para korban itu sendiri tidak merasa, bahwa permasalahan yang mereka hadapi adalah masalah besar, mereka bahkan tidak sadar bahwa mengapa perempuan harus begini begitu adalah rekayasa, bukan sesuatu yang alamai yang diberikan oleh tuhan, ….
suryaden, postingan terakhirnya : Love Me Like There’s No Tomorrow
Saya leteh2, sementara istri saya mbacakan posting ini buat saya…
marsudiyanto, postingan terakhirnya : Golf Is The Most Elegance Sports
para bancipun begitu, mereka juga ingin hidup tenang dan tidak tersisihkan. bagaimana mendengar curhatan hati mereka, ketika dikucilkan dan diusir oleh keluarga mereka. padahal mereka juga ingin hidup normal
dee, postingan terakhirnya : Mahasiswa Indonesia Masa Kini
masalah Gender.. perempuan bekerja [karir] sah-sah saja sepanjang tidak meninggalkan tanggung jawab keluarga; Laki-laki juga sama bekerja untuk menghidupi keluarganya
jangan lantaran kerjaan melupakan keluarga saya rasa cukup adil
Artha, postingan terakhirnya : Terdiam …
susah emang membedakan gender sekarang hee..(lmao)
emansipasi itu perlu…
manusiahero, postingan terakhirnya : Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009
semoga keadilan selalu berpihak pada semua jenis manusia
Pencerah, postingan terakhirnya : Email Prita Mulyasari
di negeri yang cenderung patriarkhis seperti indonesia, kesetaraan gender butuh perjuangan hingga beberapa generasi, mas fay. perjuangan itu tak bisa dilakukan secara frontal, tapi bertahap dan halus.
sawali tuhusetya, postingan terakhirnya : Manohara, Ambalat, dan Sentimen Nasionalisme
perlakuakan orang lain seperti engkau ingin ddiperlakukan .begitu ya kang
ami, postingan terakhirnya : ilmu curang
politik itu tidak ada yang abadi
deteksi, postingan terakhirnya : Nomor Urut Capres-Cawapres Pemilu Presiden 2009
politik penuh intrik
arifudin, postingan terakhirnya : Pantai Prigi
di mata kapitalisme, perempuan adalah potensi pasar yang luar biasa apalagi dengan kecenderungan pola konsumsi yang tinggi.
agar perempuan punya daya beli, perempuan harus berpenghasilan. supaya bisa berpenghasilan maka perempuan harus bekerja.
jadi kesetaraan gender yang diusung oleh barat (kapitalisme) sesungguhnya dimaksudkan untuk memberdayakan pasar agar produk2 mereka bisa dibeli.
apa yang terlihat sekarang hanyalah dampak negatif dari pemahaman kesetaraan gender yang telah dimanipulasi untuk kepentingan kapitalisme.
Mahendrattunggadewa, postingan terakhirnya : Ujian Nasional 2009 & Prita Mulyasari; Gagalnya Sebuah Negara
Beh Suwe Gak Rene, Lagek Teko Wis Disuguhi tema sing abot abot ..
masDan, postingan terakhirnya : Nilai Sebuah Hutang
Siapapun wanita itu ingat lah akan wajah ibumu…
wahyu ¢ wasaka, postingan terakhirnya : Lagi : Pelecehan Agama Dengan Komik
Semoga kita lebih bijak dalam menyikapi segala sesuatu.. politik, gender….
Perempuan Oh perempuan…
Wongbagoes, postingan terakhirnya : Manohara, Mengapa Semua Mesti (ikut) Ribut???
perempuan lebih sering menjadi korban……..
sebuah benda bernyawa yang dari jaman purbakala adalah sesuatu yang unik dan tak akan pernah habis dibicarakan. selalu menjadi kontrofersi, Tapi kemajuan dunia harus ada campur tangan perempuan. karena yang mencetak kecemerlangan cara berfikir sebuah generasi adalah sang perempuan. Mari junjung tinggi derajad perempuan terutama Ibunda kita….
om agus, postingan terakhirnya : verifikasi paypal berhasil
Saya agak ngeri kalau kelak menikah dg wanita yg sesama aktifis sosialis-humaniora.
**males berbagi tugas**
Artiket yang kritis……
HIDUP PEREMPUAN…………….. http://gajahpesing.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/girlkiss.gif
katakataku, postingan terakhirnya : Jiwa yang Terjebak
Perempuan, seharusnya dihormati dan kita lindungi. Pelecehan dan kejahatan terhadap kaum perempuan dijaman sekarang makin banyak terjadi. Karena bebasnya pergaulan dan mulai lunturnya budaya ketimuran. Pengaruh budaya barat yang semakin mengikis adat dan istiadat yang santun dan bermatabat. Mudahnya generasi sekarang memperoleh gambar – gambar yang tidak sepatutnya mereka tonton dan merusak akhlak dan jiwa mereka. Pasti ini akan sangat menimbulkan perbuatan – perbuatan keji dan hina. ya….tentu saja perempuan menjadi obyek penderita , sedangkan lelaki memperoleh kesenangannya.
sepur, postingan terakhirnya : GOTONG ROYONG DAN MANFA’ATNYA
mengutip pendapat deteksi:
hidup juga tidak abadi kok…
btw, sampean pancen luas cak! sebegitu banyak refernsi yang tumpah sampai persoalan feminis begini.. salut.
jarang-jarang ada blogger yg feminis atau membahas feminis. keren.
gempur, postingan terakhirnya : The Planet of Wireless Accessories
aduh mas.. berat memang sich kalo sudah ngomongin kehidupan sosial kyk gini, ga ada habisnya untuk dibahas. Selalu ada yang baru! Selalu ada yang terburu…
Brillie, postingan terakhirnya : Contoh Product Review yang tidak biasa -untuk pemain paid review
wah topik yang menarik mas..mungkin sampai kapanpun kayaknya hal ini bakal terus terjadi mengingat hal tersebut sudah membudidaya dan susah dihilangkan..hukum yang ada sekarang tidak cukup menanggulangi hal tersebut..dibutuhkan hukum yang detil dan hukuman yg cukup berat agar embuat orang jera
belum religius kalau belum bersosial. seperti kisah orang berhaji yang tidak diterima hajinya gara-gara tetangga kanan kirinya ada yang kelaparan.
Banyak tokoh religius yang berjiwa sosial, karena sejatinya agama juga menyuruh demikian. teringat bagaimana Sunan Kalijaga yang bersikap bak robin hood dengan peduli pada rakyat kelaparan, atau tentang religiutas Romo Mangunwijaya yang sukses mengentas kehidupan rakyat di sepanjang kali Code Jogja.
Konon, seorang Karl Mark menemukan Tuhan dalam masyarakat (sosial), sedang seorang Sufi menemukan Tuhan dalam kesendirian (anti sosial). Mana yang lebih diterima Tuhan, sepertinya seorang Karl Mark tsb, sebagaimana mabrurnya seseorang yang membatalkan ibadah hajinya karena lebih memilih membagikan dana hajinya untuk orang miskin.
Cuma masalahnya, banyak sekali kita lihat orang sosial yang jauh dari syariat, enggan sholat, puasa, dll. Sepertinya itu godaan bagi orang yang (sudah) merasa sosial, merasa dirinya adalah korban dari sistem, musta’adlin / orng yang dilemahkan , spt kata Cak nun, sehingga ibadah kepada Allah, secara syariat, sudah tak perlu lagi. Ya, godaan orang sosial adalah jika telah merasa demikian. sebagaimana godaan orang sufi jika dekat dengan NYa sudah cukup sehingga tak butuh lagi kanan-kiri.
Maka luar biasalah orang yang seperti tokoh2 diatas. Religius dan sosialis
novi, postingan terakhirnya : Satu Jam Talkshow bersama TPC di Pulau Garam
Saya sependapat dengan uraian menarik ini.Meski tidak mudah mengubah paradigma yang sudah ada, tetapi pencerahan pemikiran tetaplah dibutuhkan. oke.salut.
Aq bener2 nggak mudeng dengan tulisan Anda. Tulisan Anda terlalu mbulet untuk dibaca. Sepertinya tulisan Anda hanya untuk kalangan tertentu saja (para pakar sosial, pakar politik dll), bukan orang awam sepertiQ. Terlalu mementingkan SEO (terlalu banyak kata2 yang ditebalkan), sehingga mbacanya aq jadi nggak nyaman banget. Pengen dapet duit ta? Dan yang paling penting adalah: “Apa solusimu untuk masalah ini?” Sepertinya Anda terlalu fokus pada SEOnya, sampai lupa tujuan sebenarnya dari menulis artikel itu sendiri. Tolong bales via emailQ yah. Daripada nanti aq salah paham ke Anda.
iroel posting terakhir blog ..Advance PHP Bad Word Filtering menggunakan perl regex (PCRE)
[...] teringat dengan postingannya mas fayyas ‘Gajah Pesing’ kemarin yang ku baca tentang Politik Seksual, walaupun sebenarnya ga ada kaitannya langsung. Tapi aku suka kata-kata [...]
Smuanya terserah pasar dah. namanya jg hidup di kondisi serba kapitalis.
Hanya harta benda yg dijadikan parameter.
Jender, bukan hal yang perlu dipermasalahkan ketika pasar bisa menerimanya.