Sebuah deskripsi tentang Kesalehan Sosial dan Kesalehan Ritual. Kesalehan itu ditentukan berdasarkan ukuran serba legal formal sebagaimana kata ajaran. Biasanya, ada-ada saja orang yang merasa memiliki otoritas buat menilai kredibilitas moral orang lain. Ia menjadi semacam tim pemeriksa dan penilai keimanan orang lain.
Islam bukan agama individual. Ajaran yang dibawa Gusti Kanjeng Nabi Muhammad itu, dari “atas” memang dirancang buat rahmat bagi semesta alam. Orang yang paling saleh pun dengan demikian tak punya hak monopoli atas agama itu. Kita tidak berhak menentukan tingkat kesalehan tetangga sebelah dan tak ada satu pun di antara kita mempunyai wewenang “mengontrol” ibadah orang lain. Terutama jika hal tersebut disertai dengan sikap sinis dan cemooh.
Pada tahun 1980-an, Gus Dur (semoga lekas sembuh, Gus Dur) dengan giat menyarankan agar kita istirahat sebentar dari kesibukkan berdebat tentang batalnya wudlu, lebih baik khusyuk bersama-sama memikirkan bagaimana kemiskinan umat ditangani. Dengan kata lain, Gus Dur sedang berbicara tentang Kesalehan Sosial, yaitu suatu bentuk kesalehan yang tak cuma ditandai oleh rukuk dan sujud, melainkan juga oleh cucuran keringat dalam praktis hidup keseharian kita.
Dibandingkan dengan seseorang yang merasa paling saleh, biasanya mengutamakan Kesalehan Ritual. Padahal konteks daripada sosio-ekonomi, Sorga harusnya diraih terlebih dahulu dengan Kesalehan Sosial. Dalam kitab suci, disebutkan bahwa sorga itu ada tingkatan-tingkatannya. Tidak bermaksud untuk menodai ajaran, terkadang saia sering menafsirkan kalo sekarang pun saia sudah menikmati sebagian kenyamanan sorga. Jadi secara tafsiran saia selanjutnya, sorga bagi rakyat kecil (juga ada tingkatannya) tentu sangat sederhana sekali tingkatannya, yakni sekedar buat pemenuhan kebutuhan jasmani (sandang-pangan-papan). Sedangkan untuk kebutuhan rohani (membaca segala puja-puji kepada Allah SWT, sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW) tentu dirasa sebagai kebutuhan luks, belum termasuk kebutuhan primer.
Saia bukan ahli agama atau ahli sosial, namun dari suatu penelitian tentang hubungan antara agama dan tingkah laku ekonomi. Saia mendapati seorang haji tua, pedagang kecil, yang beranggapan bahwa kesalehan itu terletak dalam praktek, bukan dalam doa-doa. Ketika saia bertanya, beliau menjawab:
“Orang yang menyeimbangkan ushali dan usaha.”
Bagi beliau, kedua hal tersebut harus diseimbangkan. Namun jika diharuskan untuk memilih, beliau memilih yang kedua terlebih dahulu (usaha). Mengapa?
“Karena kalau anak-anak lapar, saya harus memberikan jawaban yang konkret: MEMBERI MAKAN, asal dari makan itu dari usaha.” kata beliau.
“Doa tidak enak dimakan”, tegasnya lagi.
Dengan kata lain, haji tua dari Kamal-Madura (saia bertemu dengan beliau di dalam Kapal Ferri Joko Tole) sedang berbicara, bahwa dalam kondisi tertentu, Kesalehan Sosial terasa agak lebih dan lebih didahulukan daripada Kesalehan Ritual. Karena sudah berhaji, beliau pun memperkuat argumentasinya dengan dengan contoh yang kuat dan mengutip dari sebuah Hadist.
Seorang sahabat pernah memuji kesalehan orang lain di depan Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW pun bertanya, “Mengapa ia kau sebut sangat saleh?”.
Sahabat pun menjawab, “Soalnya, tiap saya masuk masjid ini dia khusyuk dan tiap saya sudah pulang, dia masih saja khusyuk berdoa.”
“Lho, lalu siapa yang memberinya makan dan minum?” tanya Nabi Muhammad SAW lagi.
“Kakaknya,” sahut sahabat tersebut.
“Kakaknya itulah yang layak disebut saleh,” kata Nabi Muhammad SAW.
Sahabat itu diam karena mendapatkan sebuah pengertian baru. Ukuran kesalehan, dengan begitu, menjadi lebih jelas diletakkan pada tindakan nyata. Kesalehan, jadinya dilihat dampak konkretnya dalam kehidupan sosial. Tentu saja, hanya Kesalehan Sosial yang dapat diukur dengan cara seperti itu.
Dalam agama, sebenarnya kedua corak kesalehan itu merupakan wajah sebuah kemestian yang tidak dapat ditawar. Secara normatif, keduanya haruslah merupakan bagian hidup dari tiap-tiap hamba. Sedangkan kita, selalu diminta untuk ideal. Artinya disini, secara Ritual kita saleh, secara Sosial kita juga saleh.
Betapa pun pahitnya, harus diakui bahwa memang sialng selisih antara mereka yang lebih menggaris bawahi Kesalehan Ritual dengan mereka yang lebih memilih Kesalehan Sosial masih bisa terjadi terus-menerus. Ini tidak jadi persoalan. Bagaimana pun juga, bukankah silang selisih itu sendiri merupakan sebuah dialog untuk mencapai takaran ideal itu juga?
nb: ternspirasi akan sebuah perayaan natal di kampung Stren Kali.





Indahnya perbedaan Indahnya kebersamaan
Itulah Indonesia …. Kebersamaan dan perbedaannya kadang membuat kelompok antar kelompok gontok2an
Mas Azzzziiiiiiiiiibbb … Mantabs lah postingannya

FoO Iskandar posting terakhir blog ..Kontes SEO: Peluang Usaha (Ahasu Gnaulep) [Digg]
Mantap mas postingane.. tapi lek menur saya.. yang baik itu seimbang antara kesalehan Ritual dengan Kesalehan Sosial… semoga saya, sampeyan dan kita semua bisa seperti itu… amin
Frenavit Putra posting terakhir blog ..Maintenance Layanan Indosat M2
komenku ilang?
memang harus seimbang ibarat air putih satu gelas kalau kena tinta hitam jadi hitam semua
rudis posting terakhir blog ..KAMI BERTEMAN (III)
terima kasih pencerahan yang diberikan kang…

Sarimin posting terakhir blog ..Daftar Website Update Download Driver Windows 7
hmmm… kaya ngrungokake khotbahe mbah yai sahal. eh, maca buku karangane, ding… bukuh Fikih Sosial…. :p
blontank poer posting terakhir blog ..Kabar Segar Duta Peranakan
pagi2 mbacanya serasa kuliah subuh.. apik kang..

sendy posting terakhir blog ..Perjalanan Sesaat
mendiang uskup agung Brasi Don Helder Camara pernah berkata…, “Ketika aku memberi makan orang-orang miskin mereka menyebutku orang suci.., namun ketika aku menanyakan kepada orang-orang miskin itu kenapa mereka lapar.., mereka menyebutku komunis…”
sing penting hubungan hablumminallah dan hablumminannas harus seimbang,Jah
jika kamu mencintai TUHAN mu maka cintailah juga umat-NYA
iku dawuhe ibukku
galuharya posting terakhir blog ..Palu Arit di Ladang Tebu
Terinspirasi dari perayaan Natal bisa sampai menulis sedalam ini.. salut
dhodie posting terakhir blog ..Avatar, Simply the Best 
Yang nyata tapi yang susah dilakukan.
blog anda susah dibuka (terlalu berat) dan mengandung script pemanggilan ulang saat di close, jadi jangan salahkan orang-orang jika tidak ada yang berkomentar di blog anda, terima kasih.
gajah_pesing posting terakhir blog ..Birthday Celebration
mas…postingamu maknyoss tenan…inspiratif bgt
Miss Anna posting terakhir blog ..Merry Christmas , Met Natal !
aq suka ini ” doa tidak enak di makan”….yang enak tuh pecel, rawon
Tips Kecantikan posting terakhir blog ..10 PRIA TERSEXY 2009
kesalehan individu harus dibarengi dengan kesalehan sosial
alias ibadah muamalah
ciwir posting terakhir blog ..Membuat Anti Virus Sederhana