Titik Terang

10-11-2009 by: gajah_pesing

Beberapa hari yang lalu saia mendapati sebuah ajakan dari situs jejaring sosial, sebut saja pesbuk. Ajakan tersebut memang sangat baik dan memberikan dukungan moral kepada masyarakat Indonesia pada umumnya. Mendukung Bibit-Chandra (dalam istilah cicak melawan buaya), dengan jujur dan penuh terus terang, SUMPAH! Saia tidak kenal mereka dan saia tidak ada urusan dengan mereka, jadi saia minta maaf jikalau ajakan sosial tersebut saia tolak dengan mentah-mentah.

Mengapa? Saia mempunyai beberapa alasan yang mendasar sesuai hati nurani (karena hati ini bukan pinjaman melainkan milik saia sendiri). Alasannya:

cicak VS buaya

cicak VS buaya

  • 1. Perseteruan tersebut tidak memberikan keuntungan bagi saia sebagai BURUH BLOGGER
  • 2. Persoalan Bibit-Chandra, dianggap sudah masuk ke ranah hukum. Yang diperlukan adalah agar kasus Bibit-Chandra segera dibawa ke pengadilan. Di situ bisa dibuktikan tentang kebenaran klaim-klaim yang selama ini menjadi titik perseteruan antara KPK-Polri. Jika selama palu hakim belum diketok, semua pihak masih dalam azas PRADUGA TIDAK BERSALAH.
  • 3. Menurut informasi, target para aktivis Tim 8 berusaha mengungkap kasus Century yang disinyalir melibatkan banyak kekuatan politik besar di republik ini. Bibit-Chandra hanya target antara, yang juga dimobilisasi untuk mengalihkan isu century dan sudah melakukan berbagai verifikasi terhadap kasus Bibit-Chandra dan konflik kepentingan antara KPK dan Polri.

Ini permainan POLITIK kawan… Sebenarnya ada yang lebih besar dibalik kasus Bibit-Chandra (yang saia katakan hanya sebagai kasus ecek-ecek), kasus besar tersebut adalah Kasus Century bukan kasus mereka. Lucunya lagi, ada sebagian masyarakat yang terprovokasi dengan kasus Evan Brimob yang notabene melecehkan masyarakat Indonesia. Sejauh pengamatan saia, ada yang sampai memaki-maki hingga bahkan bersumpah untuk membunuh si Evan Brimob kalo ketemu dijalan. Kawan… Kalau anda mencermati dengan rumor tersebut, mengapa kasus si Evan Brimob tidak diselesaikan secara HUKUM? Malah hanya “diselesaikan secara internal“, brarti kalau saia membunuh orang lain gak perlu diperkarakan dengan hukum, biar “diselesaikan secara internal” oleh Bapak saia dan keluarga saia, gimana?

Jikalau terindikasi adanya praktek mafia di Instansi Hukum dan Instansi Pemerintahan, sudah cerita lama bagi saia. Mari kita lihat contoh diri kita sendiri, dalam bekerja (baik swasta ataupun pemerintah) apakah anda memaksimalkan jam kerja anda yang rata-rata 8 jam? Disaat kita bersekolah, apakah anda tidak pernah mencontek disaat ujian? Bagaimana kita dapat menghakimi orang lain sedangkan untuk menghakimi diri sendiri aja belum mampu? Ingat! Kasus Century sudah memberikan dampak yang begitu besar bagi para (korban) nasabahnya. Titik Terang masih samar-samar.

Ojo Rumongso Biso Nanging Biso’o Rumongso.

nb: gambar diambil dari blontankpoer

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogosphere News
  • HelloTxt
  • LinkedIn
  • Live
  • Ping.fm
  • Reddit
  • RSS
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
Category: Jurnal

15 Comments

(Required)
(Required, will not be published)
CommentLuv Enabled
;) :| :x :twisted: :roll: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :evil: :cry: :arrow: :P :D :?: :? :) :( :!: 8O 8) (worship) (woot) (wek) (wa) (thinking) (tepoktangan) (sungging) (smile) (sleep) (sick) (sedih) (sad) (rofl) (rock) (pret) (nyam) (ninja) (ngantuk) (music) (muach) (money) (melet) (malu) (mad) (lmao) (la) (kocomoto) (kiss) (hungry) (huek) (hmm) (hihihi) (hehehe) (hehe) (heart) (headspin) (hahaha) (ha?) (ha) (gym) (gegege) (gaya) (evilgrin) (enek) (drinking) (doh) (dance1) (dance) (dah) (cozy) (ckckck) (bye) (bringit) (bigheart) (banana_dance) (annoyedd) (annoyed) (angry)